Nabi Yunus AS, Nabi yang berputus asa
June 21, 2008
Diceritakan di dalam Alqur’an bahwa Nabi Yunus AS adalah nabi yang berputus asa dalam arti kata lari meninggalkan umatnya karena marah disebabkan seruannya agar kembali beriman kepada Allah SWT tidak di hirukan oleh umatnya, walaupun belum ada perintah buat dia dari Allah SWT untuk berhenti dalam berdakwah dan meninggalkan umatnya seperti halnya Nabi Luth AS. Lalu beliau menumpang pada sebuah kapal yang penuh dengan muatan. Ketika kapal itu di terjang oleh badai ditengah lautan, dan orang-orang dikapal mengadakan undian untuk menurunkan penumpang yang ada di kapal, dan Nabi Yunus AS, atas kehendak Allah SWT, termasuk orang yang kalah dalam undian tersebut. Dan beliaupun di lemparkan kelaut, dan akhirnya di telan oleh ikan yang sangat besar.
Menyadari dirinya telah melakukan kesalahan lari dari umatnya, diapun bertobat dengan doa La ilahailla anta subhanaka, inni kuntu minazzolimin (Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim). Dengan doa dan tobatnya tersebut diapun diselamatkan oleh Allah SWT, dan kembali menemui umatnya yang didapatinya sudah beriman.
Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim. Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman [QS 21 Al Anbiyaa 87-88]
Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul (ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan, kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit. Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu. Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih. Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu [QS 37 Ash Shaaffaat 139-148]
Kisah nabi Yunus bisa menjadi pelajaran bahwa, jika kita telah melakukan kesalahan, maka dengan bertobat kepada Allah SWT kesalahan tersebut akan dihapuskan. Dan jangan pernah menyerah dalam melakukan sesuatu yang hal yang baik atau berjuang di jalan Allah, karena kita tidak dituntut untuk berhasil, kita di tuntut hanya berusaha, dan hasil akhir Allah yang menentukan. Kita tidak tahu bahwa mungkin disaat kita menyerah, justru kita sebenarnya kita sudah hampir berhasil, seperti kasus Nabi Yunus, dimana di saat dia marah dan lari, umatnya justru menyatakan beriman kepada Allah SWT dan Allah-pun menyelamatkan kaum Nabi Yunus. Keimanan mereka telah memberikan manfaat bagi mereka. Jika mereka tidak beriman, niscaya Azab Allah SWT akan menimpa kaum Nabi Yunus AS.
Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu. [QS 10 Yunus 98]
________________________________________________________________
Dalam Alqur’an Surat Yunus adalah surat no. 10 terdiri dari 109 ayat
