Life was like a box of chocolates
July 23, 2008
My Momma always said Life was like a box of chocolates. You’ll never know what you’re gonna get.
Don’t ever let anybody tell you they’re better than you, Forrest. If God intended everybody to be the same, he’d have given us all braces on our legs.
I… don’t recall what I got for my first Christmas and I don’t know when I went on my first outdoor picnic. But, I do remember the first time I heard the sweetiest voice… in the wide world.
What’s the matter, Momma? – I’m dyin’, Forrest. Come on in, sit down over here. – Why are you dyin’, Momma? – It’s my time. It’s just my time. Oh, now, don’t you be afraid, sweetheart. Death is just a part of life. It’s something we’re all destined to do. I didn’t know it, but I was destined to be your momma. I did the best I could. – You did good, Momma. – Well, I happened to believe you make your own destiny. You have to do the best with what God gave you. – What’s my destiny, Momma? – You’re gonna have to figure that out for yourself. Life is a box of chocolates, Forrest. You never know what you’re gonna get.
Demikian berbagai penggalan dialog yang dalam film Forrest Gump. Satu satunya film favoritku dari dulu sampai sekarang. Banyak yang melihat film itu hanya sekedar film lucu yang menghibur, atau film sedih tentang jalan hidup figure-figure sentral dalam film itu. Betul sekali dalam film itu banyak adegan lucu yang sering membuat tertawa, dan ada juga bagian yang sedih yang bisa membuat kita menangis. Tom Hank memang actor yang jenius dan serba bisa. Dengan acting yang hebat darinya, ditambah suara dan mimik wajah yang di buat terlihat bagai orang yang memang idiot, sungguh berhasil memerankan tokoh Forrest Gump dalam film itu.
Tapi Bagiku film itu lebih dari sekedar lucu yang menghibur atau sekedar romantisme cinta sejati tak berbalas Forrest Gump kepada Jenny, ataupun kisah sedih dan sukses lieutenant Dan yang harus di amputasi kakinya lalu kemudian penjadi pengusahan udang yang kaya.
Film itu adalah film tentang perjuangan hidup. Perjuangan bapak dan ibu Forrest Gump dalam membesarkan anaknya yang idiot dan bermasalah dengan kakinya sehingga menjadi anak yang berhasil, sukses, tidak minder, percaya diri dengan berbagai kekurangannya yang dia dapat sejak lahir – bukan atas kehendaknya sendiri. Dan tentu saja film tentang perjuangan Forrest Gump sedniri dalam mengarungi hidupnya yang ditakdirkan harus dilahirkan idiot dan memiliki keterbatasan fisk. Film itu juga yang mengajarkan untuk selalu melakukan yang terbaik dalam hidup. Film itu mengingatkan untuk selalu optimis, melakukan yang terbaik yang kita bisa dalam hidup. Bahwa semuanya jika dilakukan dengan sungguh sungguh akan memberikan hasil yang maksimal. Manusia lahir tidak bisa memilih pingin lahir seperti apa dan menjadi apa. Manusia tidak bisa memilih. Tapi kita harus melakukan yang terbaik dalam hidup kita dengan segala keterbatasan kita.
Kalau mengingat film itu aku kadang malu. Dengan tubuh saya yang normal, tapi masih sering mengalami stress, down, depresi, sedih dan tidak percaya diri ketika menemukan masalah dalam hidup. Ya Allah kuatkanlah aku dalam menghadapi semua cobaan yang kau berikan kepadaku.
