Dolar
December 27, 2008
Sepeninggal Saddam Husein, Ahmadinejad adalah tokoh yang paling di takuti Amerika di Timur Tengah. Seperti yang sejarah sebelumnya, ketakutan berlebihan yang di buat – buat yang di sengaja di manipulasi oleh Amerika dikarenakan program Nuklir yang di canangkan oleh Ahmadinejad. Ketakutan yang berujung pada rencana Amerika (tepatnya The Terrorist and War Crime (TWC) Bush) untuk menyerang Iran.
Kalau membicarakan sikap orang yang seperti Bush ini sangat sulit untuk tidak emosional. Semua orang yang mau berfikir di duniapun tahu bahwa alasan Amerika sesungguhnya adalah tentang minyak dan Dolar. Ini sama seperti alasan menyerang Saddam Husein sebelumnya, yang ternyata tidak terbukti benar. Akhirnya The TWC Bush knew Saddam had no weapons of mass destruction , dan jutaan manusia menjadi korban atas kesalahan ini. Dengan adanya pengakuan ini, seyogyanya Penjahat Perang dan Teroris ini di tuntut dan di adili seperti Slobodan Milosevich dan Pemimpin Nazi di Masa Silam. Tetapi seperti sejarah sebelumnya – Sejarah adalah milik sang pemenang. Yang kalah tinggal berdoa dan berharap keadilan dari yang Maha Kuasa bahwa nanti keadilan akan datang. Lucunya mereka yang selalu bicara humanisme, hak azasi manusia, keadilan seolah lupa akan kenyataan ini. Kenyatan ini sekali lagi menguatkan pemikiran saya bahwa tidak ada yang namanya Hak Azasi atau Human Rights yang bersifat Universal seperti yang selalu di ajarkan oleh budaya Barat yang kelahirannya di bidani oleh Kapitalisme dan Liberalisme.
Menarik membaca artikel ini , tentang rencana Iran untuk mengganti Dollar dengan Euro sebagai mata uang untuk perdagangan minyaknya. Rencana yang dulu juga pernah di canangkan oleh Irak, tetapi berujung perang dan kematiannya. Â Menggantikan Dollar menjadi Euro berarti meruntuhkan kebanggaan kapitalisme Amerika. Hanya pemimpin yang berani yang mau berpikir seperti ini. Jika ini terjadi (perdagangan antar negara tidak dalam Dollar), maka Amerika akan menjadi seperti negara lain yang sibuk mengais devisa dalam mata uang lain agar bisa melakukan perdagangan antar negara. Tidak seperti sekarang ini, Dolar tinggal main cetak saja (tentu dengan mekanisme tertentu dalam prosesnya).
Tetapi Krisis Ekonomi dunia yang di mulai di Ameria sekarang memunculkan peristiwa aneh. Saat Dollar melemah terhadap mata uang dunia, justru menguat di Indonesia. Kekhawatiran kejadian akan seperti tahun 1998 memunculkan sikap oportunis dan egois dari banyak orang di Indonesia. Sikap memborong Dollar untuk spekulasi justru makin memperpayah ekononomi Indonesia. Seyogyanya BI yang memiliki otoritas akan hal ini membuat aturan yang membuat orang spekulan berpikir sebelum memborong dollar (misal dengan mengenakan pajak tinggi). Kecuali tentu Dollar yang dibutuhkan untuk transaksi perdagangan oleh perusahaan-perusahaan.
