Fair

February 25, 2010

Sewaktu kuliah dulu pernah baca buku FIlsafat Ilmu, karangan siapa saya lupa, tetapi pengantar buku itu adalah Prof AH Nasution dari IPB. Ada yg menarik dari buku tersebut yang masih saya ingat. Di buku tersebut diceritakan bahwa suatu ketika anak sang penulis bertanya apa arti “Fair” dalam bahasa indonesia, ternyata ajaib sekali dalam bahasa Indonesia tidak di ketemukan padanan kata yang cukup yang memadai akan makna kata “Fair” tersebut. Apakah dalam kebudayan Indonesia memang tidak mengenal sikap “Fair”, dan sepertinya betul juga Sampai hari ini Tidak pernah terlihat adanya elit bangsa bangsa yang secara nyata bersikap Fair, adil, berani mengakui kesalahan dan yang paling penting bertindak sesuai dengan apa kata mulutnya ?

Minggu-minggu terakhir ini, kembali rakyat, anak bangsa, dan tunas bangsa yang baru tumbuh yang akan mewarisi bangsa ini nanti, diajarkan oleh pemimpin bangsa ini bahwa bangsa ini, kebudayaan bangsa ini, moral menurut ukuran bangsa ini, tidak mengenal apa itu kesatria, tidak mengenal apa itu salah, yang ada adalah benar dan salah itu tidak ada, bahwa pemimpin selalu benar tidak bisa di salahkan, bahwa pemimpin itu adalah kebenaran !!!. Mungkin suatu saat nanti pemimpin masa depan bangsa ini, yang berasal dari tunas tunas bangsa yang tumbuh dalam ajaran pemimpin hari ini akan berkata “SAYA ADALAH KEBENARAN DaN TUHAN” yang tidak pernah salah, dan menjadi kebenaran itu sendiri. Benar-benar bangsa yang suram masa depannya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.