Memaafkan
December 27, 2008
Minggu ini aku mendapat sebuah tamparan telak saat membaca sebuah tulisan dari dosen saya di milis alumni. Tulisan yang juga banyak membuka mata alumni yang lain, dari tanggapan yang muncul atas email tersebut. Intinya bukan hal yang baru. Kita semua tahu bahwa besikap baik, mawas diri, rendah hati , tidak sombong, hormat kepada semua orang adalah bukan ajaran baru. Tetapi dengan penyampaian yang baik ajaran ajaran baik tersebut membuat kita mau berfikir kembali, melakukan refleksi diri, merenung, apakah kita sudah melakukan dan bersikap seperti itu ?
Durian dan Persahabatan
July 27, 2008
Buah durian di sebut juga Rajanya buah buahan. Buahnya besar dan berduri. Isinya ada yang manis sekali, adanya manis agak kepahitan, ada pula yang tidak terlalu manis. Demikian juga durinya ada yang tajam dengan pangkal duri yang sempit, ada juga yang tajam dengan pangkal yang lebih lebar, bahkan pernah saya melihat durian yang pangkal durinya sangat lebar dengan duri yang tumpul. Warna durinya ketika masak ada yang kuning, dan ada yang agak kehijauan, demikian pula warna isi yang bisa di makan. Ada yang kuning keemasan ada yang agak hijau keputihan. Singkatnya banyak sekali jenis durian yang beredar di Indonesia.
Hari Itu
July 26, 2008
Hari itu adalah hari ketika kau mencoba memecahkan pot bunga kebanggan kami selama bertahun tahun. Pot bunga yang kami pelihara, rawat dan kami jaga dengan sepenuh hati selama bertahun tahun. Pot bunga sangat indah yang kami sayangi walau tak ada bunga yang tumbuh di atasnya. Hari itu adalah hari ketika kau lupa manusia tidak kuasa menumbuhkan bunga di atasnya, kecuali atas kehendak Allah yang maha memiliki. Hari itu adalah hari ketika kau coba membenamkan wajah ini kedalam lumpur. Hari itu adalah hari ketika kau mencoba mematahkan pohon harga diri di pangkalnya yang paling bawah.
Wahai Jiwa yang Sakit
July 24, 2008
Wahai Jiwa Yang ada penyakit di didalamnya
Kapan kau mau menyucikan dirimu
Kapan kau akan menghijab pandanganmu
Dari melihat yang tak di Ridhoi Rab-mu ?
Unforgetable
July 12, 2008
Hati itu ibarat sebuah reservoir minyak. Awalnya dia diisi oleh air, perlahan datang minyak mendesak air itu. Jutaan tahun di perlukan minyak untuk mengisi reservoir itu, sekeras apapun minyak mendesak air, tidaklah mungkin ia bisa memindahkan air seluruhnya. Masih ada bagian kecil air yg tersisa disana (irreducible / connate )
Sekeras apapun kamu berusaha melupakan apa yg pernah mengisi hatimu, tetaplah tidak bisa kamu melupakannya. Kamu mungkin bisa melupakan untuk suatu masa tertentu, tapi di masa yang lain dia akan muncul lagi tanpa pernah kau sangka-sangka. Kalaupun kemudian ada yang lain yang mengisi hatimu kembali, ingatlah ia mengisi tempat yang dulu pernah di isi oleh yang lain.
