Diceritakan di dalam Alqur’an bahwa Nabi Yunus AS adalah nabi yang berputus asa dalam arti kata lari meninggalkan umatnya karena marah disebabkan seruannya agar kembali beriman kepada Allah SWT tidak di hirukan oleh umatnya, walaupun belum ada perintah buat dia dari Allah SWT untuk berhenti dalam berdakwah dan meninggalkan umatnya seperti halnya Nabi Luth AS. Lalu beliau menumpang pada sebuah kapal yang penuh dengan muatan. Ketika kapal itu di terjang oleh badai ditengah lautan, dan orang-orang dikapal mengadakan undian untuk menurunkan penumpang yang ada di kapal, dan Nabi Yunus AS, atas kehendak Allah SWT, termasuk orang yang kalah dalam undian tersebut. Dan beliaupun di lemparkan kelaut, dan akhirnya di telan oleh ikan yang sangat besar.

Menyadari dirinya telah melakukan kesalahan lari dari umatnya, diapun bertobat dengan doa La ilahailla anta subhanaka, inni kuntu minazzolimin (Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim). Dengan doa dan tobatnya tersebut diapun diselamatkan oleh Allah SWT, dan kembali menemui umatnya yang didapatinya sudah beriman.

Read the rest of this entry »

Nabi Ibrahim AS mendapat gelar dari Allah sebagai Kalilullah, artinya Kekasih atau Kesayangan Allah [QS An Nisa 125]. Terlepas dari proses kenabian dan kerasulannya adalah karena qadha dari Allah, tapi menarik di kaji adalah prosesnya. Beliau adalah Nabi yang “mencari” Allah SWT, Tuhan yang seharusnya di sembah oleh seluruh umat manusia. Proses pencariannya akan Allah dituturkan pada QS Al An ‘Am 76-79.

Seperti di kisahkan dalam Surat Al An’am, Nabi Ibrahim pernah mengambil bintang sebagai Tuhannya, tapi dia menolaknya lagi karena bintang itu dilihatnya terbenam. Ia tidak mau ber-Tuhan kepada sesuatu yang terbenam. Ia juga pernah mengambil bulan sebagi Tuhannya, tapi menolaknya lagi ketika di lihatnya bulan itu terbenam. Ketika dilihatnya matahari terbit, diapun mengambil matahari sebagai Tuhannya, tapi di tolaknya lagi ketika dilihatnya matahari itu kemudian terbenam. Sampai akhirnya dia berikrar bahwa Tuhannya adalah Rabb yang menciptakan langit dan bumi, Tuhannya adalah Tuhan yang menghidupkan dan mematikan, dan Tuhan yang menerbitkan matahari dari Timur [QS Al Baqarah 258]. Proses pencarian ini selayaknya menjadi contoh bagi semua umat manusia sesudahnya, bahwa dalam mencari Tuhan manusia harus mencari Tuhan yang sesungguhnya, yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, Tuhan Yang selalu mengatur urusan semua mahluknya, Tuhan yang tidak tidur, Tuhan yang tidak terbenam, Tuhan yang menghidupkan dan mematikan. Apakah ada yang lebih jelek dari manusia yang ber-Tuhan kepada sesuatu yang tidak bisa memberi manfaat apa-apa ?

Read the rest of this entry »

Kisah para Nabi dan Rasul Allah, berikut sifat dan pribadi mereka sangat menarik di baca dan pelajari, dan tentu saja di ambil hikmah dan pelajaran darinya. Kadang saya berpikir bahwa Nabi dan Rasul tertentu mengalami keadaan tertentu karena sifat-sifat dan kepribadian yang ada padanya.

Ada Nabi dan Rasul yang bergelar Ulul Azmi, yang berarti memiliki ketabahan, kesabaran dan keteguhan hati. Mereka adalah Nabi dan Rasul yang paling istimewa, yaitu :

- Nabi Muhammad SAW
- Nabi Isa AS
- Nabi Musa AS
- Nabi Ibrahim AS
- Nabi Nuh AS

(bersambung)